Blora, Sabdodadinews – Komando Distrik Militer (Kodim) 0721/Blora memberikan klarifikasi atas polemik yang berkembang terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan itu disampaikan langsung oleh Komandan Kodim, Letkol Infanteri Agung Cahyono, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Makodim, Senin (22/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Dandim didampingi Kasdim Mayor Inf. Bani, Pasiter Kapten Inf. Maningsun, dan Pasintel Lettu Arm. Gunawan. Kehadiran jajaran perwira Kodim menandai pentingnya klarifikasi ini, menyusul polemik yang mencuat dalam rapat Komisi D DPRD Blora bersama Dinas Pendidikan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Perlu saya tegaskan, TNI sama sekali tidak menentukan maupun menyediakan menu MBG. Tugas kami hanya mengawasi agar program ini berjalan sebagaimana arahan pemerintah pusat,” ujar Letkol Inf. Agung Cahyono.
Ia juga menekankan bahwa TNI tetap menjaga netralitas dan tidak menjadi “pelindung” bagi dapur penyedia MBG. Menurutnya, setiap SPPG terdaftar langsung secara daring ke Badan Gizi Nasional (BGN).“Di Blora saat ini sudah berdiri 49 SPPG, atau sekitar 65 persen dari target 73. Jadi bukan Kodim yang memverifikasi,” jelasnya.Menanggapi kekhawatiran soal kemungkinan insiden keracunan seperti yang pernah terjadi di daerah lain, Dandim menyatakan bahwa Blora hingga kini tidak mengalami kasus serupa. “Kalau ada keluhan dari masyarakat, silakan langsung disampaikan ke penyedianya. Kodim tidak membekingi siapapun,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini telah dibentuk Satgas Pengawas MBG Kabupaten Blora yang dipimpin Wakil Bupati. Dandim bersama Kapolres dipercaya menjadi wakil ketua, dan dalam waktu dekat akan disiapkan hotline pengaduan agar pengawasan bisa melibatkan semua pihak.
“Pada dasarnya, TNI bertugas menjaga pertahanan negara. Namun dalam situasi damai, kami juga melaksanakan operasi teritorial, termasuk mendukung program strategis pemerintah. Dalam konteks MBG, peran kami sebatas pengawasan dan percepatan pelaksanaan,” imbuhnya.
Menutup keterangannya, Letkol Agung berharap polemik ini tidak berlarut-larut. “Mari kita kembali pada tujuan utama, yakni memastikan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, lansia, serta ibu hamil dan menyusui, benar-benar terpenuhi,” pungkasnya.
(frs)sabdodadinews
