BLORA, SABDODADINEWS.ID – Besarnya alokasi anggaran internet yang mencapai sekitar Rp 14 miliar dalam periode lima tahun menjadi perhatian Lindu Aji Blora. Untuk memastikan kejelasan penggunaan dana tersebut, mereka mendatangi kantor BPPKAD Blora dan melakukan audiensi.
Kedatangan Lindu Aji pada Jumat (24/4/2026) itu bertujuan menggali informasi terkait aliran anggaran internet yang tercatat sejak tahun 2022 hingga 2026.
Ketua Lindu Aji Blora, Keluk Pristiwahana, menegaskan bahwa pihaknya ingin memperoleh penjelasan langsung dari pemerintah daerah mengenai penggunaan anggaran tersebut.
“Intinya kami menanyakan terkait anggaran internet dari tahun 2022 hingga 2026,” ujar Keluk, Jumat (24/4/2026).
Ia menilai, nilai anggaran yang mencapai belasan miliar rupiah tersebut perlu dipaparkan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi di tengah masyarakat.
“Dalam tahun 2022 hingga 2026 itu nominalnya kurang lebih 14 Miliar,” lanjutnya.
Dalam audiensi itu, pihak BPPKAD Blora memberikan arahan agar permohonan informasi disampaikan melalui jalur resmi agar dapat ditindaklanjuti secara administratif.
“Kepala dinas BPPKAD Blora menyarankan untuk bersurat kepada dinas BPPKAD. nanti tembusannya ke dinas Kominfo,” jelasnya.
Menurut Keluk, mekanisme tersebut diharapkan mampu memperjelas koordinasi antar instansi terkait, khususnya antara BPPKAD dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
“Tujuannya supaya BPPKAD dan Kominfo bisa sinergi untuk permasalahan tersebut. Soalnya waktu itu pak Pitoyo bukan sebagai kepala dinas di BPPKAD,” imbuhnya.
Tak hanya soal nilai total, Lindu Aji juga menekankan pentingnya transparansi pada rincian penggunaan anggaran agar publik mengetahui secara jelas peruntukannya.
“Kita juga menanyakan, dengan nominal Rp 14 Miliar selama lima tahun itu digunakan untuk kebutuhan belanja apa saja,” tegasnya.
(FARROS/SABDODADINEWS.ID)

