BLORA, SABDODADINEWS.ID – Akses listrik yang belum merata masih menjadi persoalan bagi masyarakat di sejumlah wilayah pedesaan.
Di Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, sedikitnya 25 rumah tangga masih belum memiliki sambungan listrik sendiri dan terpaksa menumpang aliran listrik dari rumah warga lain.
Kondisi tersebut menjadi ironi di saat berbagai program bantuan penyambungan listrik terus digulirkan, salah satunya melalui Program Light Up The Dream (LUTD) yang dijalankan PT PLN (Persero).
Program sosial ini memberikan bantuan penyambungan listrik gratis kepada masyarakat kurang mampu atau keluarga prasejahtera agar dapat memperoleh akses listrik yang layak.
Kepala Desa Buluroto, Margono, mengungkapkan masih adanya warga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri menjadi persoalan yang perlu segera mendapat perhatian.
Menurutnya, apabila terdapat bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait, pemerintah desa siap menindaklanjuti dan mengusulkannya kepada warga yang berhak menerima.
“Terkait listrik, kalau ada bantuan dari pemerintah, saya siap melanjutkan kepada orang yang belum memiliki,” kata Margono, Kamis (18/6/2026).
Ia menyebut jumlah warga yang belum memiliki akses listrik mandiri mencapai sekitar 25 orang atau kepala keluarga.
Selama ini mereka masih mengandalkan sambungan dari rumah tetangga karena keterbatasan ekonomi maupun kendala biaya pemasangan baru.
“Ada sekitar 25 orang yang belum memiliki akses listrik. Dan itu masih ikut tetangga,” ujarnya.
Tak hanya persoalan listrik, keterbatasan layanan dasar juga masih dirasakan masyarakat Desa Buluroto. Hingga saat ini jaringan PDAM belum menjangkau wilayah tersebut.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan fasilitas Pamsimas yang dikelola di tingkat desa.
“Kalau saluran PDAM sampai sini belum ada. Tapi kalau dari desa, ada Pamsimas,” jelas Margono.
Sementara itu, Camat Banjarejo, Heksa Wismaningsih, mengakui masih adanya warga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri menjadi perhatian pemerintah.
Pihak kecamatan, kata dia, akan berupaya mengoordinasikan persoalan tersebut dengan instansi terkait agar bantuan dapat diarahkan ke wilayah yang masih membutuhkan.
“Soal jaringan listrik bagi yang belum memiliki, ini akan menjadi perhatian kami. Kami akan berusaha mengoordinasikan dengan pihak terkait supaya ada bantuan yang masuk ke wilayah kami,” tegas Heksa.
Dengan masih adanya 25 rumah tangga yang hidup bergantung pada sambungan listrik tetangga, Desa Buluroto menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian dalam program pemerataan akses listrik.
Keberadaan Program Light Up The Dream dinilai berpotensi menjadi solusi bagi warga yang selama bertahun-tahun belum mampu memasang listrik secara mandiri.
Selain memberikan kemudahan akses energi, program tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas belajar anak, usaha rumahan, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
(Rgw/)
