
BLORA, Sabdodadinews.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila (PP) Blora, Munaji, resmi menghirup udara bebas setelah menyelesaikan masa pidananya di Lapas Kelas IIA Blora, Selasa (1/9/2026).
Munaji keluar dari gerbang utama Lapas Blora sekitar pukul 11.00 WIB. Kepulangannya disambut puluhan anggota dan simpatisan Pemuda Pancasila yang telah menunggu sejak pagi.
Suasana penyambutan berlangsung meriah. Yel-yel serta doa bersama turut mengiringi momen kepulangan Munaji setelah menjalani masa hukuman selama 1 tahun 6 bulan.
Kepala Lapas Kelas IIA Blora membenarkan pembebasan Munaji. Ia menyampaikan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi persyaratan administrasi untuk memperoleh hak bebas dan mendapatkan remisi selama menjalani masa pidana.
“Benar, warga binaan atas nama Munaji telah resmi bebas murni per hari ini setelah menyelesaikan masa hukuman 1 tahun 6 bulan dipotong masa tahanan yang telah dijalani. Yang bersangkutan juga mendapatkan remisi sehingga masa tahanannya lebih singkat dari vonis awal,” jelasnya.
Usai keluar dari lapas, Munaji menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, kuasa hukum, serta seluruh anggota Pemuda Pancasila yang selama ini memberikan dukungan.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan kawan-kawan semua. Terima kasih atas doa dan dukungan yang tidak pernah putus,” ujar Munaji.
Ia mengatakan, setelah kembali ke tengah masyarakat, dirinya akan fokus memulihkan hubungan dengan keluarga serta melakukan konsolidasi dan pembenahan internal organisasi.
Menurutnya, Pemuda Pancasila Blora harus mampu memberikan kontribusi yang lebih positif bagi masyarakat.
Datangi Kejari Blora
Namun, Munaji tidak langsung pulang ke kediamannya. Setelah keluar dari Lapas Blora, ia bersama sejumlah anggota Pemuda Pancasila mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora.
Kedatangan tersebut dilakukan untuk menyampaikan imbauan sekaligus menyoroti kinerja Kejari Blora sebagai bahan evaluasi internal, terutama setelah adanya pergantian pimpinan.
Di depan Kantor Kejari Blora, Munaji menyampaikan kritiknya terkait penegakan hukum di Kabupaten Blora.
“Blora tidak butuh jaksa nakal, Blora tidak butuh jaksa ruwet. Blora butuh jaksa yang benar-benar membela kebenaran dan memberikan keadilan,” tegas Munaji.
Ia berharap Kejaksaan Negeri Blora ke depan dapat menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan kebenaran serta keadilan dalam setiap proses penegakan hukum.
Munaji juga mengimbau seluruh anggota dan simpatisan Pemuda Pancasila untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Saya berpesan kepada seluruh kader dan simpatisan, ke depan kita harus jaga kondusivitas wilayah. Mari kita bersinergi dengan Polri, TNI, serta Pemerintah Kabupaten Blora dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Ia juga meminta seluruh kader PP untuk tetap menghormati hukum dan tidak melakukan tindakan yang berada di luar koridor aturan.
“Saya juga mengingatkan agar kita semua menjunjung tinggi hukum dan tidak melakukan tindakan di luar koridor aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Setelah menyampaikan pernyataannya di depan Kejari Blora, Munaji kemudian meninggalkan lokasi dan menuju kediamannya untuk berkumpul bersama keluarga.
Puluhan anggota Pemuda Pancasila yang mengawal kepulangannya turut membubarkan diri secara tertib. Situasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman dan kondusif.
Munaji menyebut masa hukuman yang telah dijalaninya menjadi pembelajaran bagi dirinya maupun seluruh anggota organisasi.
“Semoga ini bisa menjadi pembelajaran kita semua agar ke depan tidak ada lagi yang berurusan dengan hukum. Saya pribadi akan berbenah diri dan memastikan Pemuda Pancasila Blora terus menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
(Red)
