BLORA, Sabdodadinews.id – Seorang pelajar asal Kabupaten Blora meninggal dunia setelah tenggelam di Waduk Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Rabu (5/8/2026) malam. Korban diketahui bernama Sayful Ahmad Gozali (14), warga Dukuh Karangkembang, Desa Tunjungan.
Peristiwa pelajar Blora tenggelam di Waduk Greneng tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WIB ketika korban bersama tiga rekannya mencari ikan di kawasan waduk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 20.00 WIB korban berangkat dari rumah bersama Ahmad Sofian Alfazahri serta dua rekannya, Yoga dan Aing, menuju Waduk Greneng untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 20.20 WIB, mereka mulai menyusuri pinggiran waduk dengan berjalan kaki sambil menjaring ikan. Saat berada di lokasi kejadian, korban mencoba menangkap ikan yang berada di bibir waduk.
Baca Juga : https://sabdodadinews.id/kasus-curanmor-masih-mendominasi-di-blora-13-laporan-masuk-selama-semester-1-2026/
Namun nahas, permukaan bibir waduk yang terbuat dari beton dalam kondisi licin sehingga korban terpeleset dan jatuh ke dalam waduk. Karena tidak memiliki kemampuan berenang, korban langsung tenggelam.
Melihat kejadian tersebut, Ahmad Sofian Alfazahri berusaha memberikan pertolongan dengan berenang menghampiri korban. Ia sempat mendorong tubuh korban ke arah tepian waduk agar bisa diselamatkan.
Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil. Saksi kelelahan hingga hampir ikut tenggelam. Sementara dua rekan korban lainnya berteriak meminta bantuan kepada warga sekitar.
Tak lama kemudian, Suradi dan Budiyono datang ke lokasi. Keduanya berusaha menyelamatkan Ahmad Sofian dengan memberikan sebatang bambu sebagai pegangan agar tidak ikut tenggelam. Namun saat itu korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tunjungan. Personel kepolisian bersama warga langsung mendatangi lokasi dan melakukan pencarian menggunakan jaring ikan milik warga.
Setelah pencarian berlangsung sekitar satu jam, korban akhirnya ditemukan di dasar Waduk Greneng sekitar pukul 22.15 WIB. Selanjutnya korban dievakuasi ke darat.
Petugas medis dari Puskesmas Tunjungan bersama anggota Polsek Tunjungan kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus putih bermotif bunga dan celana pendek hitam. Dari hidung dan mulut korban keluar cairan berbusa serta ditemukan kotoran yang menempel pada celana dalam korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam.
Usai pemeriksaan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Ayah korban, Yatman, menyatakan tidak menghendaki jenazah dibawa ke rumah sakit maupun dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Peristiwa pelajar Blora tenggelam di Waduk Greneng ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama pada malam hari maupun di lokasi yang memiliki permukaan licin dan kedalaman yang membahayakan.
(Farros/Sabdodadinews.id)
