BLORA, SABDODADINEWS.ID – Program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Blora terus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bantuan berupa gerobak usaha hingga dukungan dana kegiatan sosial menjadi modal bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas aksi sosial di lingkungan mereka.
Salah satu penerima bantuan, Evi Nurmala, warga Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, memanfaatkan bantuan gerobak untuk memulai usaha berjualan aneka jajanan di rumahnya.

“Saya mau mengambil gerobak untuk jualan cilok, sempolan, jajan-jajan di rumah,” ujar Evi. Jumat (3/7/26).
Evi mengaku proses pengajuan bantuan di BAZNAS Kabupaten Blora berjalan cukup mudah tanpa prosedur yang rumit.
Ia menyebut sejak mengajukan permohonan hingga bantuan diterima hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Baru pertama kali saya mendapatkan bantuan dari BAZNAS. Saya ucapkan banyak terima kasih. Orang kecil seperti saya ini sungguh sangat terbantu agar perekonomian lebih baik lagi,” katanya.
Manfaat serupa juga dirasakan Kartini, warga Kelurahan Tegal Gunung, Kecamatan Blora. Ia menerima bantuan gerobak berbahan stainless yang akan digunakan untuk berjualan pentol dan es.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan bantuan gerobak stainless dari BAZNAS,” ungkapnya dengan senang hati.
Kartini mengatakan bantuan tersebut bukan yang pertama diterimanya dari BAZNAS Blora. Sebelumnya, selama kurang lebih dua tahun terakhir ia juga memperoleh bantuan beras.
“Saya ucapkan terima kasih dapat bantuan lagi dari BAZNAS. Saya sebelumnya sudah beberapa kali mendapat bantuan berupa beras,” tuturnya.
Sementara itu, pada hari yang sama, Sri Haryati dari Organisasi IPARASTU (Ikatan Persaudaraan Alumni SD 1 Jiken) datang ke BAZNAS Blora untuk mencairkan bantuan sebesar Rp5 juta.
Menurut Sri, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan yang telah diterima organisasinya selama dua tahun berturut-turut.
“Ini tahun kedua, berarti sudah dua tahun berturut-turut,” jelasnya.
Dana bantuan itu akan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial yang menyasar anak yatim, piatu, dan dhuafa. Meski nominal bantuan sebesar Rp5 juta, organisasi tetap berupaya menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
“Kita targetkan 101 orang, tetapi dengan bantuan Rp. 5 juta ini tetap kita bagikan kepada 20 orang, masing-masing menerima Rp. 250 ribu,” katanya.
Sri berharap sinergi antara IPARASTU dan BAZNAS Kabupaten Blora dapat terus berlanjut demi memperkuat berbagai kegiatan sosial yang dijalankan organisasinya.
“Harapan saya BAZNAS bisa menjalin kerja sama dalam kegiatan sosial karena organisasi kita bergerak di bidang sosial,” pungkasnya.
(Rgw/)
