NIAS UTARA, SABDODADINEWS.ID – Perubahan di dunia pendidikan mulai dirasakan langsung oleh murid dan guru di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara. Di wilayah yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tersebut, program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dipadukan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Digitalisasi Pembelajaran menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyaman, sehat, dan berkualitas.
Dampak berbagai program tersebut terlihat saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau pelaksanaan MBG, pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), serta progres revitalisasi sekolah di SMP Negeri 1 Sitolu Ori dan SMP Negeri 3 Sitolu Ori.
Menurut Abdul Mu’ti, program pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik setiap hari.
“Tidak hanya fasilitas yang diperbaiki, tetapi juga layanan yang mendukung proses belajar. Tadi kami melihat langsung bagaimana MBG sudah diterima oleh anak-anak. Mereka tampak lebih berenergi mengikuti pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Di SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid, pemerintah menghadirkan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta dukungan pasokan listrik. Sekolah tersebut juga memperoleh bantuan revitalisasi berupa pembangunan laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi, dan perbaikan tiga ruang kelas.
Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang pembelajaran yang lebih modern sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Sementara itu, SMP Negeri 3 Sitolu Ori dengan 176 murid menjadi lokasi groundbreaking revitalisasi tahun anggaran 2026. Melalui program tersebut, sekolah akan memperoleh pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang belajar, serta penataan lingkungan sekolah yang lebih representatif.
Perubahan yang terjadi juga dirasakan para guru. Guru SMP Negeri 1 Sitolu Ori, Miteria Gea, menilai Program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan semangat belajar peserta didik.
“Anak-anak sangat senang dengan adanya MBG. Setiap datang ke sekolah mereka antusias. Yang kami lihat juga, anak-anak jadi lebih jarang sakit dan lebih semangat belajar,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan guru IPS SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Intan Marshaulena. Menurutnya, manfaat MBG sangat dirasakan oleh sekolah-sekolah di wilayah 3T karena membantu meningkatkan kesehatan dan kesiapan belajar peserta didik.
Bagi para murid, revitalisasi sekolah menghadirkan harapan baru. Jenny Anjelina Ziliwu, siswi kelas VIII SMP Negeri 3 Sitolu Ori, mengaku kondisi bangunan sekolah sebelumnya menjadi tantangan dalam proses belajar mengajar.
“Harapan kami sekolah ini bisa diperbaiki agar teman-teman dan adik-adik yang akan datang bisa belajar dengan lebih baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen bersama Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, dan Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, meresmikan sekaligus mencanangkan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Nias Utara.
Tercatat sebanyak 33 satuan pendidikan telah direvitalisasi pada 2025. Sementara itu, 21 satuan pendidikan lainnya ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tahun 2026.
Program revitalisasi sekolah, Makan Bergizi Gratis, dan Digitalisasi Pembelajaran menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas hingga ke wilayah 3T. Melalui pendekatan yang mencakup perbaikan infrastruktur, pemenuhan gizi, dan pemanfaatan teknologi, transformasi pendidikan di Nias Utara mulai menunjukkan dampak nyata bagi masa depan generasi muda.
(Red)
