BLORA , SabdoDadinews – Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pendidikan yang inklusif bagi semua anak.
Melalui Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas), digelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Aula UPTD SKB Blora, sebagai tindak lanjut dari sosialisasi pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang dilaksanakan bulan lalu.
Plt Kasi Dikmas Dinas Pendidikan Blora, Titik Sri Purwati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dasar dalam menangani peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah maupun lembaga pendidikan.
“Setelah sosialisasi dan asesmen awal kemarin, ternyata hampir semua sekolah tanpa disadari memiliki anak-anak istimewa. Banyak guru belum memahami cara menangani mereka. Misalnya, ada yang belum bisa membaca atau terlalu aktif, guru perlu tahu pendekatan yang tepat,” ujar Titik.
Menurutnya, keberadaan ULD Blora yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2026 akan menjadi terobosan penting. Unit tersebut nantinya berfungsi sebagai pusat layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk menyediakan program terapi rutin bekerja sama dengan rumah sakit dan dinas terkait.
“Anak-anak yang mengalami kesulitan bicara, membaca, atau perkembangan lainnya akan kita jadwalkan untuk terapi satu hingga dua kali seminggu di ULD,” tambahnya.
Namun, Titik mengakui bahwa kondisi sarana prasarana sekolah di Blora masih jauh dari ramah disabilitas.
“Sekolah lama umumnya belum memiliki fasilitas seperti lantai berkarpet empuk atau kamar mandi ramah anak. Padahal sesuai undang-undang, sekolah tidak boleh menolak anak berkebutuhan khusus. Harapannya nanti ada arahan agar sarpras sekolah mulai disesuaikan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa empati dan kesabaran guru menjadi kunci dalam mendampingi anak-anak istimewa.
“Kami masih menerima laporan adanya penolakan terhadap anak berkebutuhan khusus. Hal ini tidak boleh terjadi. Anak-anak ini justru membutuhkan pendampingan khusus, dan guru harus aktif memahami karakter mereka,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Kabupaten Blora. Melalui pelatihan tersebut, Dinas Pendidikan berharap muncul kesadaran kolektif untuk mewujudkan sekolah inklusif yang ramah dan adil bagi setiap anak.
(frs)SabdoDadinews
