
BLORA, SABDODADINEWS.ID – Hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tunjungan, yang di produksi oleh SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, telah keluar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora menemukan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel air sumur serta bakteri Bacillus cereus pada dua jenis makanan yang diperiksa.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Nur Betsia Bertawati, mengatakan pemeriksaan dilakukan di dua laboratorium, yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Blora dan laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
“Hasil pemeriksaan laboratorium dilakukan di dua tempat. Pertama di Labkesda Blora, yang diperiksa adalah air sumur dan air minum,” ujar Nur Betsia, Selasa (22/9/2026).
Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan bakteri E. coli pada air sumur dengan jumlah yang melebihi ambang batas. Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap air minum dinyatakan normal.
“Di air sumur ditemukan bakteri Escherichia coli yang melebihi dari ambang batas dan ini bisa menyebabkan keracunan makanan. Kemudian untuk air minum tidak ditemukan, dalam arti hasil labnya normal,” jelasnya.
Selain sampel air, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah sampel makanan di laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Hasilnya, ditemukan bakteri Bacillus cereus pada dua jenis makanan, yakni kuah sop dan ayam woku kemangi.
“Yang kedua, pemeriksaan di laboratorium kesehatan Provinsi Jawa Tengah, itu dilakukan dari sampel beberapa makanan. Di mana ada dua makanan yang mengandung bakteri Bacillus cereus, di kuah sop dengan ayam woku kemangi,” katanya.
Menurut Nur Betsia, bakteri Bacillus cereus dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala yang disebut memiliki kemiripan dengan keluhan yang dialami penerima MBG, di antaranya muntah dan diare.
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan lainnya dinyatakan normal. Sampel tersebut meliputi nasi putih, tempe, rebusan brokoli, dan jagung manis.
Dalam kejadian tersebut, Dinkes Blora mencatat total 334 penerima MBG mengalami gejala atau terdampak. Sebanyak 198 orang menjalani rawat jalan, 10 orang menjalani rawat inap, sedangkan 126 orang mengalami gejala tetapi tidak memeriksakan diri.
Dinkes menyebut hasil laboratorium tersebut menjadi bagian penting dalam penelusuran dugaan keracunan MBG di SPPG Sukorejo 2.
Nur Betsia mengatakan keamanan makanan dapat dipengaruhi sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan, penyimpanan bahan makanan hingga proses pendistribusian.
“Penyebabnya bakteri, di antaranya mungkin pengelolaan makanan yang tidak sempurna, penyimpanan bahan makanan tidak sesuai dengan standar,” ujarnya.
” Penyimpanan, pengelolaan, kemudian pendistribusian s
angat berpengaruh,” imbuhnya.
(Rgw/SDNews)

1 thought on “Dugaan Keracunan MBG di Blora, Hasil Lab Temukan Dua Jenis Bakteri”