BLORA, SABDODADINEWS.ID – Dugaan penipuan berkedok aplikasi digital kembali mencuat di Kabupaten Blora. Sejumlah warga melaporkan kasus yang melibatkan aplikasi bernama Snapboost ke Polres Blora.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 17 orang telah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk melaporkan kerugian yang mereka alami. Saat ini, laporan tersebut tengah dalam proses penanganan oleh pihak kepolisian.
Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi terhadap para korban guna mendalami kasus tersebut.
“Untuk sementara, kami masih fokus melakukan klarifikasi terhadap korban yang sudah melapor. Jumlahnya sekitar 17 orang yang datang ke SPKT,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Dalam laporan tersebut, turut mencuat nama seorang oknum guru dari salah satu SMA di Blora yang diduga berkaitan dengan praktik tersebut. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan keterlibatan yang bersangkutan.
Kerugian yang dialami para korban pun beragam. Ada yang mengaku kehilangan dana hingga ratusan juta rupiah, sementara sebagian lainnya mengalami kerugian dalam jumlah lebih kecil.
“Besaran kerugian masing-masing korban berbeda, ada yang mencapai ratusan juta rupiah, ada juga yang di bawah itu. Ini masih kami dalami,” jelasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi, khususnya melalui media sosial dan aplikasi daring.
“Di era digital saat ini, banyak tawaran yang menjanjikan keuntungan instan. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dan selalu memastikan kejelasan suatu aplikasi atau investasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kasus serupa dengan saling mengingatkan satu sama lain.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” pungkasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan serta bukti tambahan dari para korban guna mengungkap lebih jauh dugaan penipuan aplikasi Snapboost tersebut.
(F/SABDODADINEWS.ID)

