Mempawah, Sabdodadi News – Ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar aksi demonstrasi menuntut sekolah bertanggung jawab karena lalai mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS).
Dampaknya, siswa terancam tidak bisa ikut tes Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. “Dari semester 1 sampai lima (kami siapkan) untuk bisa lolos bersaing masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, melalui jalur beasiswa atau prestasi, sehingga tak mengeluarkan biaya. Namun semua sirna gara gara oknum guru yang tak bertanggung jawab,” kata Hafiz dalam keterangan videonya, Selasa (4/2/2025).
Saat ini Hafiz sudah tidak memiliki orangtua, sedangkan perekonomian keluarga menengah ke bawah, sehingga harapan untuk menempuh perguruan tinggi hanya lewat jalur prestasi. “Orangtua saya sudah meninggal dunia, hanya dengan cara inilah saya bisa kuliah,” ucap Hafiz.
Menurut Hafiz, ada oknum guru yang lalai dan seakan disengaja tidak mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PPDS) sehingga layak diberi sanksi. Seorang wali murid, Yudi Oktaviarza mengatakan, ada sekitar 115 murid SMAN 1 Mempawah yang terancam gagal ikut SNBP 2025. “Padahal mereka telah mengorbankan waktu dan pikiran selama 5 semester,” kata Yudi.
Terlebih, sebenarnya pihak sekolah sudah diberikan perpanjangan waktu untuk menyelesaikan pengisian data namun tidak juga rampung. “Tentu saja kami seluruh orangtua siswa merasa sedih, kecewa dan merasa dirugikan, pelajar yang berprestasi harus kehilangan masa depan, hanya karena oknum guru yang tak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMA 1 Mempawah Febrini mengatakan, pihak sekolah telah mencarikan solusi, yakni dengan melakukan kunjungan ke bagian admin di pusat untuk meminta perpanjangan waktu. “Kami akan melakukan kunjungan ke admin pusat, besok Insyaallah,” ucap Febrini.
Selain itu, lanjut Febrini, pihak sekolah juga akan membiayai bimbingan belajar selama 3 bulan untuk siswa yang memenuhi syarat.
(Rw)
