Blora, SabdoDadinews – Dalam rangka memperingati Pekan Raya Hari Santri Nasional 2025, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) bersama Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Kabupaten Blora menggelar Pameran Santri Blora di Gedung Balai Kartini (BCS/GNI) Blora, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini menjadi ruang bagi santri untuk menampilkan kekayaan tradisi, karya intelektual, dan budaya pesantren yang telah mengakar kuat di masyarakat.
Dalam pameran tersebut, pengunjung disuguhkan beragam karya yang merefleksikan perjalanan panjang dunia pesantren. Di antaranya kitab-kitab kuno karya ulama terdahulu, dokumentasi sejarah perjuangan santri dan organisasi keagamaan, serta karya kaligrafi Arab Pegon yang menjadi simbol kuat tradisi literasi Islam Nusantara. Selain pameran, juga digelar Lomba Arab Pegon yang diikuti para santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Blora.
Ketua Lesbumi NU Blora, KH. Muhammad Thoha, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kecintaan santri terhadap warisan ilmu dan budaya.
“Santri tidak hanya belajar di pesantren, tapi juga menjaga dan merawat warisan keilmuan yang membentuk peradaban Islam di Nusantara,” ujarnya.
Ketua LTN NU Blora, H. Ahmad Zainul Abidin, menambahkan bahwa pameran ini adalah bentuk kesinambungan tradisi keilmuan santri yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kita ingin menunjukkan bahwa tradisi menulis, membaca, dan berkarya di kalangan santri tetap hidup, bahkan di era digital seperti sekarang,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga di lingkungan PCNU Blora seperti GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU–IPPNU, LazisNU, serta pelaku UMKM lokal yang turut memeriahkan acara dengan membuka stan produk unggulan.
Salah satu pelaku UMKM batik, Dian, mengungkapkan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Acara seperti ini sangat baik untuk memperkenalkan karya pelaku usaha lokal. Selain bernilai ekonomi, juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku budaya dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pengunjung asal Kecamatan Cepu, Bayu Alfarisqi, menilai pameran tersebut menghadirkan nilai sejarah yang mendalam.
“Melihat kitab-kitab lama dan arsip pesantren membuat saya tersadar betapa besar peran santri dalam menjaga ilmu dan budaya bangsa,” katanya.
Melalui sinergi lintas lembaga dan partisipasi masyarakat, Pameran Santri Blora 2025 menjadi wadah yang mempertemukan nilai keilmuan, budaya, dan kreativitas santri, menegaskan bahwa santri bukan sekadar pewaris masa lalu, tetapi juga pencipta masa depan.
Acara ini juga menjadi bukti nyata bahwa semangat Hari Santri tidak hanya diperingati dengan upacara seremonial, tetapi diwujudkan dalam kegiatan yang memperkuat identitas dan kontribusi santri di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, diharapkan kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus menginspirasi, mengedukasi, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi pesantren di Kabupaten Blora.
(frs)SabdoDadinews
