Pilkada 2024 kembali memakan korban hanya karena beda pilihan.Kali ini nasib 3 murid Taman Kanak-kanak (TK) dikeluarkan pihak sekolah.
Penyebabnya, orangtua mereka beda pilihan di Pilakda 2024 dengan pilihan politik yayasan. Peristiwa ini menimpa murid TK Darul Fiqri di Desa Pamotan, Rembang. Kasus ini pun kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Dari penelusuran, pemilik yayasan TK Darul Fiqri adalah Harmusa Oktaviani, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang juga merupakan anak dari calon Bupati Rembang, Harno.
Kepala Desa Pamotan, A Masykur Ruhani, mengungkapkan bahwa pihak yayasan meminta orang tua murid untuk memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang nomor urut 2, Harno-Hanies.
Masykur menjelaskan bahwa pihak yayasan secara langsung meminta bantuan kepada orang tua murid untuk mendukung calon tersebut.
“Dari pihak yayasan waktu silaturahmi ke wali murid itu, mereka minta tolong karena punya gawe Pak Harno yang nyalon,” ujar Masykur.
Namun ada tiga orangtua murid yang menolak permintaan tersebut.Akhirnya mereka memilih untuk mengundurkan diri dari sekolah.”Awalnya satu orang, dan paginya tiga wali murid itu keluar,” kata A. Masykur.
Masykur menyatakan bahwa mediasi antara pihak yayasan dan orangtua murid akan dilakukan untuk mencari solusi.”Kami sudah komunikasi dengan kepala desa dan akan melakukan mediasi,” katanya.
Sementara itu Ambarwati, orangtua dari Icha, menyatakan bahwa dirinya tidak bisa mematuhi perintah yayasan untuk memilih paslon nomor 2.Dia sudah punya pilihan sendiri yang sesuai dengan hati nurani.
“Pada hari Kamis kami didatangi Pak Joko Suryanto sama Bu Umi sama Bu Ima selaku guru anak saya TK,””Lah, di situ Pak Joko bilang kalau anaknya yang sekolah di TK Darul Fiqri harus mencoblos nomor urut 2. Kalau tidak harus keluar,” ucapnya pada Sabtu (23/11/2024).
Ambarwati menambahkan bahwa meskipun ia sudah berusaha untuk berdiskusi, pihak yayasan tetap pada pendiriannya.Jamilah, orang tua Chaca, juga mengaku terkejut ketika mengetahui anaknya dihapus dari daftar murid.
“Terus ditanya, kalau mbaknya nyoblos nomor 2 gimana? Maaf bu, saya pilih nomor satu. Terus bilang, ya sudah kalau tidak bisa ya mohon maaf terpaksa harus dikeluarkan dari sekolah,” ujarnya.
Sementara sejauh ini, Kepala TK Darul Fiqri belum memberikan klarifikasi resmi mengenai pengeluaran tiga murid tersebut.
