BLORA, SABDODADI NEWS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora telah dropping air sebanyak 12 juta liter selama musim kemarau.
Memasuki musim penghujan ini, dropping air masih dilakukan. Namun, hanya untuk desa yang sangat kekeringan.Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Blora Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan dan penerimaan laporan bantuan air bersih. Kegiatan dropping air yang dilakukan sejak Juli hingga Jumat 25 Oktober lalu terhitung mencapai 12.150.000 liter dengan total 2.430 tangki.
Pada November sudah memasuki musim penghujan, namun dropping masih tetap dilakukan. ’’Dikarenakan hujan masih belum merata, kami masih melaksanakan bantuan air bersih,” ungkapnya Senin (4/11).
Mukhid menjelaskan, sasaran untuk kali ini diutamakan desa dengan kategori sangat terdampak kekeringan. Sebelumnya, sasaran kepada semua warga terdampak kekeringan di seluruh Kabupaten Blora.
Dia menjelaskan, selama musim kemarau, distribusi air bersih hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Blora. Kekeringan terparah ada di Kecamatan Tunjungan, Ngawen, Jepon, Jiken, Jati, dan Kunduran.
