BLORA, SABDODADINEWS – Kebijakan baru pemberlakuan sistem parkir satu pintu di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Mustika Blora mulai menuai keluhan dari sejumlah pedagang dan pengunjung.
Sejak diterapkannya aturan tersebut, para pedagang yang berjualan di area halaman parkir GOR mengaku mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.
Salah satu pedagang, sebut saja Wati (nama samaran) pedagang makanan ringan di lokasi tersebut, mengungkapkan bahwa omzetnya anjlok hingga 40-50 persen dalam satu bulan terakhir. Ia menilai penurunan ini terjadi karena berkurangnya jumlah pengunjung akibat adanya tarif parkir yang kini diberlakukan.
“Biasanya ramai, apalagi sore hari. Tapi sejak ada aturan parkir ini, orang jadi malas mampir. Pendapatan saya turun hampir separuh,” keluh Wati.
Kebijakan baru tersebut memang mengharuskan seluruh kendaraan masuk melalui satu pintu utama dan membayar tarif parkir yang telah ditentukan.
Hal ini dinilai menyulitkan sebagian pengunjung yang sebelumnya terbiasa dengan akses bebas dan tanpa biaya parkir.
Dodil, salah satu pengunjung tetap GOR, juga merasakan dampaknya. Pria yang biasa menghabiskan waktu di area GOR untuk bersantai mengaku kini jarang datang.
“Biasanya saya nongkrong di sini buat lepas penat. Tapi sekarang jadi malas, soalnya harus bayar parkir tiap kali masuk. Terasa berat kalau sering-sering,” ujarnya.
Sementara itu, pihak pengelola GOR Mustika hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan pedagang dan pengunjung.
Para pelaku usaha di kawasan tersebut berharap ada evaluasi terhadap kebijakan baru agar aktivitas ekonomi di sekitar GOR kembali normal.
(Red)
