BLORA, SABDODADI NEWS – Perusahaan-perusahaan di Blora belum melaporkan informasi lowongan pekerjaan kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) setempat.
Akibatnya, baik dinas maupun pencari kerja kesulitan mendapatkan informasi akurat mengenai ketersediaan pekerjaan di daerah tersebut.
Syahardiniarti, Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Dinperinaker Blora, menyatakan bahwa minimnya pelaporan lowongan pekerjaan dari perusahaan menghambat proses pencarian kerja.
“Banyak pencari kerja akhirnya memilih merantau ke luar daerah karena kesulitan mendapatkan informasi lowongan di Blora,” ujarnya pada Kamis (31/10).
Ia menambahkan bahwa sebagian besar informasi lowongan pekerjaan yang diterima dinas justru berasal dari luar daerah, seperti Jepara, Grobogan, Rembang, Pati, dan Semarang.
Faktor upah minimum kabupaten (UMK) yang lebih tinggi di daerah lain juga menjadi alasan pencari kerja lebih tertarik untuk bekerja di luar Blora.
Dinperinaker Blora sebenarnya menyediakan layanan publikasi lowongan pekerjaan yang dapat diakses secara gratis oleh perusahaan.
Sayangnya, banyak perusahaan dan toko lebih memilih memasang iklan lowongan di portal media online ketimbang melaporkannya ke dinas.
“Padahal, kami menyediakan pelaporan gratis dan siap membantu menyesuaikan informasi sesuai dengan kriteria pencari kerja. Saat masyarakat membuat kartu kuning di Dinperinaker, kami juga memberikan informasi mengenai lowongan yang tersedia,” jelas Syahardiniarti.
Selama periode Januari hingga Oktober 2024, sebanyak 4.842 orang membuat kartu kuning di Dinperinaker Blora sebagai syarat melamar pekerjaan.
Tingkat pendidikan terbanyak berasal dari lulusan SMA, dengan jumlah pendaftar mencapai 2.976 orang.
“Kartu kuning ini menjadi syarat penting dalam melamar pekerjaan, dan permintaannya sangat tinggi, mulai dari lulusan SD hingga profesional,” tambahnya.
Dinperinaker berharap agar perusahaan-perusahaan di Blora dapat lebih proaktif dalam melaporkan lowongan pekerjaan untuk memudahkan pencari kerja lokal mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.
