SABDODADI NEWS – Paguyuban kepala desa (kades) se-Jawa Tengah (Jateng) diduga digunakan untuk konsolidasi pemenangan salah satu pasangan calon (paslon) pemilihan gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2024.
Organisasi yang menamakan diri Paguyuban Kepala Desa (PKD) se-Jateng itu menggelar pertemuan di sebuah hotel bintang 5 di kawasan Kota Semarang, Rabu (23/10/2024) malam.
Pertemuan tersebut auto bubar setelah digerebek oleh jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, sektiar pukul 21.00 WIB.
Bawaslu menerima informasi awal berkaitan dengan dugaan adanya mobilisasi kepala desa dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk mendukung salah satu pasangan calon pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun 2024.
Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya reaksi mereka yang langsung membubarkan diri atas kehadiran Bawaslu Kota Semarang. Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kota Semarang mendatangi pertemuan kepala desa (kades) se-Jawa Tengah yang digelar di hotel bintang 5 kawasan Semarang Tengah, (23/10/2024) sekira pukul 21.00. (ist/dok bawaslu kota semarang)
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman mengatakan, pada kesempatan tersebut, tim Bawaslu Kota Semarang sejumlah 11 personel menuju lokasi untuk melakukan penelusuran dan pengawasan secara langsung. (R)
