
BLORA, SABDODADINEWS.ID – Penanganan kasus keluhan kesehatan yang dialami 141 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora masih terus berlangsung.
Di tengah pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunjungan Sukorejo 2, Wasono Basuki alias Pak B, belum memberikan keterangan kepada awak media.
Awak media telah berupaya meminta klarifikasi kepada pihak SPPG terkait dugaan keracunan tersebut, termasuk mengenai langkah yang dilakukan setelah sejumlah penerima manfaat mengalami keluhan kesehatan.
Namun, Wasono Basuki memilih tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi mengenai persoalan yang kini menjadi perhatian publik tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebanyak 141 orang dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.
Rinciannya, 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, tiga siswa SMP Al Banjari, seorang guru SMAN 1 Tunjungan, serta seorang siswa SD IT yang merupakan anak dari guru SMAN 1 Tunjungan.
Peristiwa ini kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan terkait pengelolaan makanan di SPPG Tunjungan Sukorejo 2.
Mulai dari bahan baku yang digunakan hingga kondisi fasilitas pengolahan dan penyimpanan makanan menjadi bagian yang turut disorot.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberadaan tempe yang disebut berada di sekitar area kamar mandi SPPG.
Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut memiliki hubungan dengan keluhan kesehatan yang dialami para penerima makanan MBG.
Terkait persoalan bahan baku tersebut, Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan sebelumnya mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Saya tidak tahu untuk urusan bahan baku, mungkin tadi dari mitranya sendiri,” ujarnya.
Selain persoalan bahan baku, kebutuhan fasilitas pendukung untuk penyimpanan makanan juga turut disampaikan pihak SPPG. Fasilitas pendinginan dinilai diperlukan dalam proses pengelolaan makanan.
“Mungkin dari Dinas Kesehatan sendiri untuk fasilitas itu harus ada tempat pendinginan makanan,” katanya.
Sampai saat ini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami ratusan penerima manfaat tersebut masih belum diketahui.
Dinkesda Blora masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran untuk memastikan apakah kejadian itu berkaitan dengan makanan yang disajikan dalam program MBG.
Sementara itu, pemilik SPPG Tunjungan Sukorejo 2, Wasono Basuki alias Pak B, belum memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Sabdodadinews.id tetap membuka ruang klarifikasi apabila pihak SPPG bersedia memberikan keterangan mengenai persoalan ini.
(Red/)

1 thought on “Menolak! Mitra SPPG Sukorejo 2 Tunjungan Blora Enggan Beri Keterangan Soal Dugaan Keracunan MBG”