BLORA, SABDODADINEWS.ID – Beberapa ruas pagar pengaman di jembatan kawasan Bendungan Randugunting, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, hilang.
Kondisi tersebut membuat sisi jembatan tampak berlubang karena besi pembatas tidak lagi terpasang, sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun pengunjung yang melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bagian pagar besi di sisi jembatan telah raib. Celah yang ditinggalkan cukup lebar dan berpotensi membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki saat menepi di jembatan.
Salah seorang pengendara motor yang melintas, Arga Dinata, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pagar pengaman memiliki fungsi penting untuk melindungi pengguna jalan dari risiko kecelakaan.
“Awalnya sih berhenti untuk melihat pemandangan bendungan. Tapi setelah diperhatikan, ternyata ada beberapa bagian pagar yang hilang. Kondisinya cukup mengkhawatirkan ya, karena terlihat bolong tanpa besi pembatas. Kalau ada pengendara yang mampir di tepi jembatan, apa lagi bawa anak kecil, sangat berbahaya sih,” ujar Arga, Jumat (7/8/2026).
Ia berharap instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kondisi tersebut tidak membahayakan masyarakat.
Menurutnya, Bendungan Randugunting merupakan salah satu infrastruktur penting sekaligus tujuan wisata yang semestinya didukung dengan fasilitas yang aman dan terawat.
“Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki. Pagar pengaman itu bukan cuma pelengkap, tapi bagian dari keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab hilangnya sejumlah ruas pagar tersebut, apakah akibat pencurian, kerusakan, atau faktor lain.
Masyarakat berharap, pihak pengelola maupun instansi yang berwenang segera melakukan pengecekan dan memasang kembali pagar yang hilang agar fungsi pengamanan jembatan dapat kembali optimal.
Untuk diketahui, Bendungan Randugunting merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berada di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Bendungan tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Januari 2022 setelah pembangunannya rampung.
Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 14,4 juta meter kubik yang dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 650 hektare lahan pertanian di Kabupaten Blora, Pati, dan Rembang.
Selain itu, bendungan juga berfungsi sebagai penyedia air baku, pengendali banjir, serta dikembangkan sebagai destinasi wisata.
(Rw/SDNews)
