BLORA, SABDODADINEWS.ID – Penyelidikan dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, mulai mengarah pada salah satu komponen menu yang disajikan, yakni susu. Meski demikian, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti menegaskan penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala SPPG Bogowanti, Putri Nopitasari, mengatakan dugaan tersebut muncul setelah pihaknya menerima laporan dari sekolah dan melakukan penelusuran terhadap menu MBG yang dibagikan kepada para siswa.
“Indikasi sementara kemungkinan berasal dari susu. Kami sedang mengecek masa kedaluwarsa. Untuk hasil yang lebih akurat, sampel sudah dibawa ke laboratorium kesehatan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, susu yang didistribusikan ditemukan dalam kondisi memuai. Menurut Putri, kondisi tersebut diduga terjadi akibat proses penyimpanan yang tidak berada pada suhu ideal sehingga memengaruhi kualitas produk.

“Kemungkinan suhu ruang tidak tepat sehingga menyebabkan kondisi susu panas dan memuai,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, memastikan produk susu yang digunakan belum melewati masa kedaluwarsa. Berdasarkan data yang dimiliki, batas konsumsi produk tersebut masih berlaku hingga Januari 2027.
Meski demikian, Artika menegaskan pihaknya belum dapat memastikan susu sebagai penyebab utama hingga hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) keluar.
“Indikasi mengarah ke susu. Sampel sudah kami kirim ke Labkesda agar penyebabnya bisa dipastikan secara ilmiah,” katanya.
SPPG berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diketahui agar penyebab pasti insiden tersebut terungkap. Hasil uji itu juga akan menjadi dasar evaluasi terhadap proses distribusi maupun penyimpanan bahan pangan dalam pelaksanaan program MBG di Kabupaten Blora.
(Farros/SABDODADINEWS.ID)
