BLORA, SABDODADINEWS.ID – Seorang pria lanjut usia berinisial S (73), warga Dukuh Ngareng, Desa Tambaksari, Kecamatan Blora, ditemukan meninggal dunia di dalam sumur tua di area persawahan Dukuh Krabyakan, Desa Temurejo, Senin (4/5/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 08.00 WIB oleh ketua RT setempat setelah warga menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Kasihumas Polres Blora, AKP Midiyono, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, Polsek Blora menerima laporan dari ketua RT sekitar pukul 08.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan saksi di sumur tua area persawahan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” terangnya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui keluar rumah sekitar pukul 02.00 WIB. Aktivitas tersebut terekam kamera CCTV di samping rumah. Pihak keluarga yang merasa curiga kemudian melakukan pencarian bersama warga.
Korban akhirnya ditemukan di dalam sumur dengan posisi tengkurap.
Petugas Polsek Blora bersama BPBD Kabupaten Blora segera melakukan evakuasi. Tim medis dari Puskesmas Blora yang melakukan pemeriksaan luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal murni akibat tenggelam. Telapak tangan dan kaki keriput karena lama di dalam air, serta dari mulut, hidung, dan telinga mengeluarkan air,” jelas AKP Midiyono.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit prostat akut. Kondisi tersebut diduga memengaruhi kondisi psikologis korban.
“Diduga korban mengalami depresi karena penyakit yang dideritanya,” ungkapnya.
Barang bukti yang diamankan berupa pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan, yakni baju batik warna cokelat dan celana pendek warna biru tua.
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kasus ini tercatat dalam laporan kepolisian LP/Gangguan/B/10/V/2026/SPKT/Sek.Blora/Res.Blora/Polda Jateng.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anggota keluarga, terutama lansia dengan riwayat penyakit.
“Segera ajak komunikasi atau bawa ke layanan kesehatan jika terlihat tanda depresi,” tutup AKP Midiyono.
(FARROS/SABDODADINEWS.ID)
