BLORA, SABDODADINEWS.ID – Krisis energi global yang dipicu dinamika geopolitik dunia turut berdampak pada Indonesia. Tingginya konsumsi minyak yang tidak sebanding dengan produksi dalam negeri membuat ketergantungan terhadap impor masih sulit dihindari.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lindu Aji Kabupaten Blora pun menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan sumur rakyat yang kini berkembang di berbagai daerah, termasuk di Blora.
Sekretaris DPC Lindu Aji Kabupaten Blora, Abdul Kholik, menyebut bahwa kondisi saat ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan produksi minyak dari sumber-sumber lokal.
“Indonesia yang tingkat konsumsinya per hari mencapai 1,2 juta barel, padahal lifting hanya sekitar 500-600 ribu barel. Artinya Indonesia masih ketergantungan dengan impor minyak mentah dari luar negeri,” ujarnya.
la menambahkan, keberadaan sumur rakyat harus mendapat perhatian serius dan dukungan dari berbagai pihak.
“DPC Lindu Aji Kabupaten Blora sepenuhnya mendukung keberadaan sumur rakyat yang tumbuh menjamur seantero Nusantara. Tak terkecuali di Blora, kami mendorong semua pihak baik stakeholder maupun civil society untuk bahu membahu mendukung legalisasi sumur rakyat,” lanjutnya.
Menurutnya, sumur rakyat merupakan manifestasi dari kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam yang perlu dikembangkan dengan tata kelola yang baik.
“Sumur rakyat harus dipacu dan tentunya juga diperbaiki dari sisi SOP di lapangan agar tidak terjadi risiko yang tidak kita inginkan bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Lindu Aji Kabupaten Blora, Keluk Pristiwahana, menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Sumur rakyat harus dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena berpotensi bisa menyejahterakan rakyat sekaligus juga bisa menyumbang PAD untuk Kabupaten Blora,” ujarnya.
la juga mengingatkan agar pengelolaan sumur rakyat tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat.
“Sumur rakyat harus menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dikelola dengan profesional agar tidak menimbulkan konflik sosial juga ramah terhadap lingkungan,” pungkasnya.
(FARROS/SABDODADINEWS.ID)
