BLORA, SABDODADINEWS – Pertamina EP Cepu Field Zona 11 menurunkan 40 tanah grosok untuk memperbaiki jalan menuju Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Blora.
Hal itu dinilai kurang dari jumlah ideal dari warga setempat sehingga warga turut menyumbang tanah grosok.
Kadus Ngodo, Desa Semanggi, Sumarji, menuturkan pada pengurukan jalan rusak tersebut juga disumbang oleh pihak desa dan masyarakat setempat secara swadaya.
“Total itu ada 51 rit, 40 rit tanah grosok dari Pertamina, lalu 11 rit dari desa dan masyarakat,” ujar Sumarji, Selasa (17/06/2025).
Pada pengurukan itu, Sumarji mengaku tidak menghitung secara pasti tanah urug yang diturunkan Pertamina. Namun untuk dari pihak desa dan masyarakat ada hitungnya.
“Kemarin yang disetujui 10 titik. Namun tidak dirinci untuk kebutuhan. Pihak Pertamina hanya memberikan data kalau sudah 40 rit,” terangnya.
Selanjutnya, sambung Sumarji, karena dirasa kurang atas pengurukan yang dilakukan pihak Pertamina. Warga melakukan swadaya dan desa turut menurunkan tanah grosok.
“Hasil swadaya dan desa itu menurunkan 11 rit tanah urug,” sambungnya.
Sebagaimana diberitakan, Pertamina EP Cepu Field Zona 11 menyetujui perbaikan jalan menggunakan tanah grosok, di jalan menuju Desa Semanggi, paska penghadangan kendaraan berat milik Pertamina.
Bantuan perbaikan jalan itu dilakukan paska Puluhan Warga Desa Semanggi menghadang perjalanan Kendaraan alat berat milik Pertamina yang menuju area penambangan minyak di desa setempat.
Aksi tersebut merupakan kegelisahan warga setempat atas aktifitas industri minyak yang menggunakan kendaraan berat, namun pihak Pertamina tidak pernah turut andil dalam perbaikan jalan yang dilalui.
Pada akses jalan tersebut merupakan jalur utama yang dilalui kendaraan Pertamina. Jalur itu menghubungkan Pos Ngodo BKPH Kalisari hingga Dukuh Ngodo. Sepanjang kurang lebih 4 kilometer mengalami kerusakan parah, termasuk sebuah jembatan yang terdampak.
Kendati sering dilewati aktifitas industri Pertamina, hingga aksi tersebut peran serta Pertamina belum pernah dirasakan warga terhadap kerusakan jalan.
Sehingga fatalitas kerusakan jalan, warga setempat menuding aktivitas pengangkutan minyak menggunakan vacuum truck milik Pertamina sebagai penyebab utama.
(EWs)
