
BLORA, SABDODADINEWS – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Luluk Kusuma Agung Ariadi, memaparkan pembelajaran Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Blora siap dilakukan pada tahun ajaran 2025/2026.
“Sementara data semuanya dari Kemensos (Kementrian Sosial). Itu (pendaftaran) nanti di bulan Juni, minggu kedua,” terang Luluk melalui keterangan tertulis.
Luluk menjelaskan, seluruh data rekrutmen siswa untuk Sekolah Rakyat ada di Kementrian Sosial. Lalu, melalui data itu, akan dibuatkan surat keputusan (SK) Bupati untuk penetapan calon siswa.
“SK dari kepala daerah atas rekrutmen calon siswa sekolah rakyat berdasarkan data Kemensos desil 1, maupun 2,” tambah Luluk.
Selanjutnya, Luluk menjelaskan bahwa Kabupaten Blora masuk pada tahap 2 yaitu tahun ajaran 2026/2027. Namun dikarenakan percepatan, Kabupaten Blora masuk pada tahap 1.
“Tahun ini sudah ada pembelajaran untuk jenjang SMA dua rombel (Rombongan Belajar),” ujarnya.
Pada tahap 1 ini, Dinsos P3A Blora hanya melakukan kordinasi kepada instansi terkait untuk tahap rekrutmen guru hingga pengurus asrama di Sekolah Rakyat.
“Kalau jenjang SMA kan yang membidangi dinas pendidikan provinsi Jawa Tengah. lalu untuk pengurusan asrama, kemudian walinya, pendidikan karakternya kita akan kordinasi dengan Kemenag (Kementrian Agama),” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Blora ditargetkan rampung pada 10 Juli 2025.
Sekolah itu menggunakan lahan eks SDN 4 Balun, Kecamatan Cepu, Blora, yang telah terbengkalai selama 2 tahun belakangan.
Selanjutnya, pada pembangunan Sekolah Rakyat tahap 2 untuk jenjang SMP, direncanakan dibangun pada tahun 2026, dan nantinya akan berpindah lokasi, atau tidak di satu lahan dengan tahap 1.
(Ews)
