Rembang, Sabdodadi News – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Rembang, PT Rembang Migas Energi (RME) kini hanya menyisakan dua karyawan aktif.
Kondisi ini terjadi akibat stagnasi operasional menyusul terhentinya aliran gas di wilayah tersebutKomisaris PT RME, Mardi, mengonfirmasi bahwa dua karyawan tersebut tetap dipertahankan untuk menjalankan tugas administratif.
“Saat ini belum ada direktur definitif, hanya Pelaksana Tugas (Plt). Dua karyawan yang tersisa diberi tanggung jawab mengelola pembukuan, laporan bulanan, dan koordinasi,” ungkapnya pada Kamis (3/1).
Menurut Mardi, kondisi RME masih menunggu kejelasan kebijakan dari pemerintah pusat, khususnya terkait pengembangan gas di wilayah Rembang.
Salah satu skenario yang dipertimbangkan adalah merger RME dengan BUMD lain, namun belum ada keputusan final.
“Kami tidak ingin terburu-buru membubarkan RME. Jika pemerintah pusat nantinya memutuskan untuk melanjutkan eksplorasi atau eksploitasi gas di Rembang, membangun BUMD baru akan memakan waktu lama. Karena itu, RME tetap dipertahankan hingga ada kebijakan yang jelas,” paparnya.
Saat ini, aktivitas pengembangan gas di Sumur Randugunting-2, Krikilan, Sumber, juga masih menggantung. Terbaru, Pemkab Rembang terus menunggu arahan dari Pertamina dan SKK Migas.
“Beberapa waktu lalu, ada rapat dengan PHE Randugunting untuk membahas kajian teknis, termasuk potensi perbaikan atau pengembangan sumur baru. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut konkret,” tambahnya.
Mardi berharap, dengan hadirnya pimpinan baru di Pemkab Rembang, langkah-langkah strategis terkait pengelolaan gas dapat segera diambil.
“Kami siap memberikan masukan dan laporan lengkap terkait kondisi RME dan potensi gas di Rembang. Jika langkah-langkah yang diambil sudah berdasarkan kajian yang jelas, tentu hasilnya akan lebih tepat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mendapatkan penjelasan tertulis dari PHE Randugunting terkait rencana masa depan gas di Rembang.
“Keputusan apa pun harus didasarkan pada kondisi yang ada. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa potensi gas yang ada dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” tutupnya.
Dengan potensi gas yang masih menjanjikan, masyarakat Rembang berharap kebijakan pemerintah pusat dan daerah segera memberikan kejelasan, sehingga BUMD seperti RME bisa kembali beroperasi maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. (**)
