BLORA, SABDODADINEWS.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamolan, Kabupaten Blora, melakukan penggantian seluruh menu makanan yang telah dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah penerima program pemenuhan gizi setelah ditemukan satu porsi makanan yang diduga tidak layak dikonsumsi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab SPPG untuk memastikan seluruh makanan yang diterima siswa tetap aman dan layak.
Asisten Lapangan SPPG Kamolan, Denny Ekotriono, menjelaskan bahwa distribusi makanan kepada para siswa dilakukan pada Jumat (13/3/2026) ke sejumlah sekolah yang berada dalam wilayah layanan SPPG Kamolan. Menu yang dibagikan saat itu antara lain bandeng presto dan tahu.
Menurutnya, sebelum makanan didistribusikan, seluruh bahan baku telah melalui proses pemeriksaan kualitas atau quality control sejak bahan diterima dari pemasok pada malam hari.
“Bahan makanan datang sekitar pukul 22.00 hingga tengah malam. Setelah itu kami lakukan pengecekan kualitas sebelum diproses dan didistribusikan ke sekolah-sekolah,” jelas Denny.
Namun setelah makanan sampai di sekolah dan dibagikan kepada siswa, pihak SPPG menerima laporan dari salah satu sekolah terkait adanya satu komponen menu yang dinilai tidak layak dikonsumsi.
Menanggapi laporan tersebut, tim SPPG Kamolan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa menu yang terindikasi bermasalah hanya ditemukan pada satu porsi makanan di dalam satu kelas,” ujarnya.
Meski temuan tersebut hanya terjadi pada satu porsi, pihak SPPG Kamolan tetap mengambil langkah antisipatif dengan mengganti seluruh makanan yang telah didistribusikan di sekolah tersebut.
Total sebanyak 395 porsi makanan diganti demi memastikan seluruh siswa tetap menerima menu yang aman dan layak dikonsumsi.
“Walaupun hanya satu menu yang terindikasi bermasalah, kami tetap mengganti seluruh menu yang sudah dibagikan di sekolah tersebut agar tidak menimbulkan kekhawatiran,” tegasnya.
Denny menambahkan, kejadian ini juga akan menjadi bahan evaluasi internal bagi pihaknya, khususnya terkait pengawasan terhadap pemasok bahan makanan.
Ia menegaskan, apabila pemasok tidak menjalankan tanggung jawab dengan baik terhadap kualitas bahan yang dikirimkan, maka kerja sama dapat dihentikan.
Sementara itu, pihak sekolah juga membenarkan bahwa temuan makanan yang diduga tidak layak hanya ditemukan pada satu porsi dalam satu kelas. Meski demikian, seluruh menu tetap diganti oleh pihak SPPG sebagai langkah antisipasi.
Penggantian makanan dilakukan pada Sabtu (14/3/2026) dan telah diterima dengan baik oleh pihak sekolah maupun wali murid. Hingga saat ini tidak ada laporan lanjutan terkait kejadian tersebut.
“Alhamdulillah setelah menu diganti, pihak sekolah dan wali murid bisa menerima dengan baik,” pungkas Denny.
(F/SABDODADINEWS.ID)
