BLORA, SABDODADINEWS — Setelah hampir dua minggu pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhenti sejak 24 November, SPPG Khusus Kabupaten Blora akhirnya kembali membuka layanan pada Senin (8/12). Operasional kembali normal setelah dana dari pemerintah pusat baru direalisasikan pada Kamis (4/12).
Meski layanan sudah berjalan kembali, sejumlah pertanyaan mengenai keterlambatan pencairan mencuat. Ketua SPPG Khusus Kabupaten Blora, Dindha Rafchi Ramadan, menegaskan bahwa hambatan bukan berada di tingkat daerah.
“Administrasi di daerah bersih dan lengkap. Tidak ada masalah sedikit pun. Semua berkas sudah kami ajukan sejak 24 November sampai 6 Desember, tanpa koreksi dari BGN,” tegasnya.
Dindha menjelaskan bahwa pihaknya justru ikut terdampak karena molornya pencairan dari pusat. Menurut informasi yang ia terima, sempat terjadi pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga proses pencairan memerlukan waktu tambahan.
“Kami tidak bisa menentukan cepat-lambatnya pencairan. Semuanya bergantung pusat. Kalau ada pergantian PPK, otomatis mereka butuh penyesuaian. Dan kami hanya bisa menunggu,” ujarnya.
Keterlambatan pencairan tersebut bukan sekadar menghambat pelayanan, namun juga berdampak langsung pada tenaga di lapangan. Pembayaran gaji karyawan program MBG Blora yang semestinya diterima tepat waktu, terpaksa ikut tertunda.
“Gaji tidak bisa kami bayarkan sebelum dana turun. Jadi otomatis tertahan. Padahal kebutuhan di lapangan tidak berhenti,” tegasnya.
Program makan bergizi gratis ini sendiri menyasar 3.498 penerima manfaat di Kabupaten Blora. Dengan dana yang telah turun, layanan kini kembali diberikan, namun molornya proses pencairan menjadi catatan tersendiri bagi pelaksanaan program yang sangat bergantung pada ketepatan administrasi pusat.
(frs)SABDODADINEWS

