SABDODADINEWS, BLORA – Musim ungker atau kepompong ulat daun jati kembali muncul di Kabupaten Blora seiring berseminya daun pohon jati di kawasan hutan. Pemandangan penjual ungker mulai terlihat di sejumlah titik pinggir jalan, seperti di samping kantor Kecamatan Blora hingga area dekat Pasar Sido Makmur (jalan Blora–Randublatung).
Kasmi, penjual asal Karangpace, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, mengatakan bahwa pencarian ungker tahun ini cukup menantang karena hujan sering turun sehingga banyak warga harus mencarinya hingga hutan di wilayah Ngawi.“Ini lagi musim ungker, tapi mencarinya sampai hutan di Ngawi. Ya untuk tambah penghasilan dan hiburan,” ujarnya, Jumat (14/11/2025).
Ia bersama beberapa penjual lain mulai berjualan sejak pagi hingga sore. Menurutnya, peminat ungker tetap tinggi meski harga sedang naik.“Ya laku, banyak yang minat,” katanya.
Penjual lain, Ira, menyebutkan harga ungker saat ini mencapai Rp200.000,00 per kilogram karena masih awal musim. Untuk memudahkan pembeli, ia menyediakan takaran kecil dalam bungkus daun jati dengan harga Rp20.000,00 hingga Rp30.000,00.“Masih awal jadi mahal, soalnya nyarinya susah. Ini masih bagus dan enak,” ujarnya sambil tersenyum.
Musim ungker biasanya hanya berlangsung beberapa pekan. Warga sekitar hutan jati memanfaatkan momentum ini untuk menambah penghasilan keluarga. Ungker paling mudah ditemukan setelah hujan ketika matahari mulai terik. Selain dijual, kepompong ini umum digunakan sebagai bahan lauk, terutama untuk menu oseng-oseng ungker yang terkenal gurih.
Beberapa pecinta kuliner mengaku menantikan kemunculan ungker setiap tahun.“Rasanya gurih dan khas. Kalau dimasak bumbunya pas, pasti nambah terus,” kata Jatmiko, warga Blora.
Adapun Joko, warga Mlangsen, mengatakan ia membeli sedikit ungker sekadar untuk “tombo pingin”.“Ini tadi beli sedikit, nanti dimasak di rumah buat lauk,” ujarnya.
Untuk memasaknya, ungker perlu dibersihkan dan direndam air panas sebelum ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun salam, lengkuas, serta beberapa lembar daun kedondong agar aromanya semakin kuat.
Meski lezat, sebagian orang yang memiliki alergi disarankan berhati-hati karena konsumsi ungker dapat menimbulkan rasa gatal pada tubuh.
(frs)SABDODADINEWS

