SABDODADINEWS, BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperinda) menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Pameran Produk Inovasi (PPI) Jawa Tengah.
Kepala Bapperinda Blora, A. Mahbub Djunaid, menekankan pentingnya kebersamaan lintas pihak, termasuk peran Pedagang Kaki Lima (PKL), dalam menyukseskan agenda tersebut.
Terkait isu yang sempat berkembang di masyarakat, Mahbub meluruskan pemahaman soal istilah sterilisasi di kawasan sekitar Kridosono, lokasi acara.
Menurutnya, sterilisasi hanya sebatas pengaturan akses untuk kegiatan bongkar muat barang, bukan untuk menghentikan aktivitas para pedagang.
“Ada kesalahpahaman. Sterilisasi bukan berarti PKL diliburkan. Sebaliknya, kami justru sangat terbantu dengan kehadiran mereka yang selama ini menjadi penggerak ekonomi rakyat,” jelas Mahbub, Rabu (17/9/2025).
Ia menyampaikan permohonan maaf atas mispersepsi tersebut dan memastikan bahwa para pedagang tetap diperbolehkan berjualan bahkan diharapkan semakin aktif selama acara berlangsung.
Kedepannya, pihaknya berkomitmen mengedepankan dialog dengan para PKL sebelum penyelenggaraan kegiatan serupa agar penataan dapat berjalan lebih selaras.
“PKL inilah yang menghadirkan belanja murah sekaligus menguatkan ekonomi kerakyatan. Sama sekali tidak ada niat untuk menggusur. Justru kami ingin mereka merasakan manfaat dari pameran ini,” tambahnya.
Terkait partisipasi, Mahbub menyebut dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang awalnya menyatakan minat, hanya 20 daerah yang benar-benar akan berpartisipasi.
Sejumlah daerah menarik diri lantaran berbagai kendala, mulai dari agenda lain hingga musibah. Selain itu, sekitar 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat provinsi juga dipastikan hadir.
Blora sendiri akan memamerkan inovasi terbaik, termasuk karya para juara lomba kreativitas dan inovasi, serta pemenang Lomba Inovasi Government yang pernah mengantarkan Blora meraih predikat Kabupaten Terinovasi se-Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan mandat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tugas kami adalah memfasilitasi sekaligus mendukung penyelenggaraan selama tiga hari, termasuk menyiapkan sesi penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba,” pungkasnya.
Pameran Produk Inovasi ini diharapkan menjadi sarana promosi kreativitas daerah, ajang berbagi terobosan, sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat.
(Frs)
