BLORA, SABDODADINEWS – Panggung politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Blora mulai hangat.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora, Gus Hakim, melempar pernyataan mengejutkan: ia tak berhasrat maju lagi pada periode kepemimpinan berikutnya. Masa jabatannya baru berakhir Februari 2026, namun sinyal regenerasi sudah tercium kuat.
“Kalau bisa, saya tidak maju lagi. Biar ada penyegaran. Banyak kader yang siap dan berpotensi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (7/8/2025).
Ucapan itu seakan menjadi peluit pembuka dinamika suksesi di tubuh PKB Blora. Di balik panggung, sejumlah nama mulai beredar meski masih bersembunyi di balik inisial: MU, YU, dan AR.
Gus Hakim sendiri tak menampik, setidaknya untuk inisial MU, ada beberapa kader yang masuk radar. “Untuk MU saja ada beberapa. Mereka layak semua,” katanya, sambil menyisakan tanda tanya.
Isyarat itu memancing spekulasi. Apalagi, Gus Hakim memilih jawaban diplomatis ketika ditanya soal kemungkinan maju kembali jika mendapat mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kemungkinan itu kecil. Sampai sekarang belum ada arahan,” tuturnya singkat.
Meski memberi sinyal mundur, Gus Hakim menegaskan harapannya agar pemilihan ketua baru nanti berjalan sehat, terbuka, dan sesuai mekanisme partai.
“Yang penting calon ke depan punya visi-misi jelas dan target peningkatan kursi PKB di DPRD Blora,” tegasnya.
Di barisan akar rumput, dukungan untuk Gus Hakim masih kencang. Ketua Paguyuban Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Blora, Yusub Nurbaidi, memastikan seluruh PAC tetap solid.
“Kami di bawah naungan DPC. Apapun instruksi dari Ketua DPC Gus Hakim, kami siap laksanakan. Saat ini beliau masih menjabat resmi dan kami mendukung beliau sepenuhnya,” ujarnya.
Yusub mengaku belum ada sinyal resmi terkait suksesi. “Kami tetap lurus dan taat pada beliau. Jika nanti ada arahan atau keputusan, tentu akan kami diskusikan dan sepakati bersama,” tambahnya.
Namun, di lapisan lain, aroma lobi dan prediksi calon pengganti mulai menyusup. Salah satu Ketua PAC sekaligus mantan Ketua KPU Blora, Arifin, bahkan berani menyebut dugaan.
“Kalau melihat gesture Pak Ketua saat diwawancarai dan menyebut inisial MU, saya punya prediksi bahwa Gus Hakim sudah mempersiapkan calon pengganti. Siapa lagi, kalau bukan Pak Haji Mutiono. Itu prediksi saya,” ucapnya.
Nama Mutiono memang bukan satu-satunya. Arifin menegaskan masih ada kandidat lain yang masuk hitungan.
“Masih ada inisial MU yang lain. Ada Pak Mustopa, ada Gus Mukhlisin, ada juga Mukhlisin, S.Sos. Semua punya peluang,” pungkasnya.
Peta persaingan mulai terbentuk, meski semua pihak berusaha menjaga bahasa. Di balik sikap formal dan pernyataan diplomatis, aroma kompetisi kursi panas Ketua DPC PKB Blora kian terasa.
Februari 2026 mungkin masih jauh, namun detak mesin politiknya sudah terdengar sejak sekarang.
(RgW)
