BLORA, SABDODADINEWS – Ribuan peziarah memadati kompleks makam Syeh Abdul Qohar yang terletak di Kabupaten Blora, Rabu (9/7/2025), dalam rangka mengikuti rangkaian haul Syeh Abdul Qohar.
Kegiatan haul tahun ini dimulai sejak Selasa, 8 Juli dan akan berlangsung hingga Sabtu, 12 Juli 2025, dengan berbagai agenda keagamaan yang digelar secara rutin setiap malam.
Suasana khusyuk dan religius terasa kental di kawasan makam yang dikenal sebagai salah satu situs spiritual bersejarah di Blora ini.
Sejak pagi, para peziarah berdatangan dari berbagai penjuru kabupaten maupun luar daerah seperti Grobogan, Bojonegoro, hingga Tuban.
Selain agenda doa bersama dan tahlilan, kawasan sekitar makam juga dipenuhi lapak-lapak pedagang lokal yang menjajakan berbagai dagangan, mulai dari peci, tasbih, parfum, makanan tradisional, hingga pernak-pernik religi.
“Haul seperti ini sangat membantu kami. Dagangan saya laris sejak kemarin. Banyak peziarah beli oleh-oleh untuk dibawa pulang,” ujar Ibu Siti, salah satu pedagang UMKM dari Kecamatan Kunduran.
Wisata religi di makam Syeh Abdul Qohar telah menjadi salah satu penggerak ekonomi mikro masyarakat sekitar. Kehadiran para peziarah yang datang berbondong-bondong menjadi peluang usaha bagi warga, baik melalui berdagang, membuka parkir swadaya, hingga menyewakan tempat istirahat.
Tak hanya di hari haul, makam Syeh Abdul Qohar juga ramai diziarahi di hari-hari biasa, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi religi unggulan di Blora.
Haul tahunan pun menjadi puncak keramaian yang membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil.
Haul ini bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi momentum umat Islam untuk memperkuat iman dan mengenang perjuangan para tokoh agama dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.
Sosok Syeh Abdul Qohar dikenal masyarakat sebagai ulama yang bijak, sederhana, dan istiqomah dalam berdakwah melalui pendekatan budaya dan keteladanan akhlak.
“Ziarah ke sini bikin hati lebih tenang. Kami datang untuk berdoa dan mengambil pelajaran dari perjuangan Syeh Abdul Qohar,” kata Rofi’i, peziarah asal Randublatung.
Kegiatan haul akan ditutup pada Sabtu malam dengan doa bersama, pembacaan tahlil akbar, dan tausiyah yang dipimpin oleh ulama dari berbagai pondok pesantren di Blora, sebagai penutup rangkaian kegiatan spiritual yang mendalam dan membawa keberkahan. (farros)
