BLORA, SABDODADINEWS – Santriwati dari MBS (Muhammadiyah Boarding School) Al- MAA’UUN Blora, terbawa arus sungai saat bermain kerumah ustadzahnya.Dari Personil Polres Blora, bersama gabungan BPBD, TNI, dan relawan SAR, serta masyarakat sekitar memperluan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Kondisi sungai yang dalam dan memiliki arus yang sangat berbahaya membuat proses pencarian berjalan penuh risiko.
Namun kerja keras tim akhirnya membuahkan hasil: dua remaja, N.C. (15) asal jepon dan N.A.S (16) asal kunduran, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada kamis (11/12/2025).
Proses evakuasi berlangsung dengan sangat hati-hati. Petugas harus turun hingga dasar sungai yang licin dan tidak stabil. pencarian dilakukan dengan ketat, memeriksa tepi-tepi sungai hingga cekungan-cekungan yang diduga menjadi titik pusaran lokasi korban tersangkut.
Koordinasi antarunit berlangsung intens di sepanjang jalur penyisiran. Setiap temuan kecil, perubahan arus, hingga laporan warga dianalisis cepat untuk menentukan langkah selanjutnya.Sementara itu, tiga korban lain yaitu C.P.M. (16), A.F. (13), dan S.R. (12) masih belum ditemukan. Penyisiran diperluas hingga beberapa kilometer ke hilir, melibatkan perahu karet, alat pendeteksi, dan tim darat yang menelusuri tepi sungai.
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh unsur yang terlibat.
“Personel kami bekerja tanpa henti, bahkan dalam kondisi yang sangat berisiko. Mereka turun ke sungai, melawan arus demi misi kemanusiaan ini. Ini wujud nyata pengabdian Polri,” tegasnya.
Ia memastikan pencarian tidak akan dihentikan sebelum seluruh korban ditemukan dan keluarga mendapatkan kejelasan. Kapolres juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar operasi berjalan lancar dan tanpa hambatan serius.
Hingga sore hari pencarian masih dilakukan. Tekad kuat aparat dan relawan menjadi harapan bagi keluarga yang masih menunggu keberadaan anak-anak mereka
(frs)SABDODADINEWS

